Saya melihat dia meotong bongkahan kayu. Ketika ditanya apa yang sedang ia buat? dia hanya berkata, "saya sudah 92 tahun, saya sedang menyiapkan peti mati untuk diriku sendiri. bongkahan - Bongkahan kayu ini saya ambil dari atas gunung sana."
Orang tua ini duduk di sebelah rumah kayunya sendirian...
Kami mengajak nenek tua ini mengobrol seputar kehidupannya, dia tidak termasuk hidup sendirian, dia memiliki 3 putra dan 2 putri. mencari nafkah, dan ada 1 putranya yang sudah menikah dengan wanita yang sangat kaya. Dan satunya lagi sudah tidak tahu dimana keberadaannya, kedua putrinya sudah menikah dengan orang lain.
Beberapa hari yang lalu ada orang asing yang datang menjenguknya. dan memberikan dia sejumlah uang. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia bukanlah seorang nenek yang sendirian.tapi dia hanya tidak ada orang yang menemaninya. Melihat wajahnya yang berkeriput, dan rumah kayu yang sudah rusak parah, bongkahan kayu di atas tanah untuk persiapan peti matinya, saya hanya bisa menangis dalam hati saya... Dia setiap hari harus masuk ke dalam gunung untuk mencari kayu...




